Jalan Rusak dan Jauh Jadi Kendala Pendistribusian Logistik Bencana Tanah Longsor - Kabupaten Sanggau

Jalan Rusak dan Jauh Jadi Kendala Pendistribusian Logistik Bencana Tanah Longsor

Jalan Rusak dan Jauh Jadi Kendala Pendistribusian Logistik Bencana Tanah Longsor

BENGKAYANG – Jauhnya jarak dengan kondisi infrastruktur dari pusat kota Bengkayang menuju lokasi bencana tanah longsor di RT.002, dusun Medeng, desa Sungkung II, kecamatan Siding, kabupaten Bengkayang.

Menurut warga kecamatan Siding, Stepanus Andas, jarak dari pusat Kota Bengkayang menuju lokasi tanah longsor memerlukan waktu sekitar 6 hingga 7 jam menggunakan kendaraan roda dua itupun harus melewati kecamatan Entikong, kabupaten Sanggau, karena daerah ini merupakan daerah yang berbatasan dengan Malaysia.

“Jarak tempuh dari kota Bengkayang memakan waktu 6 sampai 7 jam. Melewati Ngabang, Sosok, Balai Karangan kemudian ke Entikong. Dari Entikong ke TKP (tempat kejadian pekara) di akses 4 sampai 6 jam di musim penghujan gini,” jelas Stepanus Andas kepada ruai.tv, Jumat sore (1/2).

Stepanus Andas menambahkan bahwa akses jalan dari Bengkayang menuju desa Sungkung II masih belum ada, sehingga jika mau neuju lokasi tanah longsor harus melalui kabupaten Sanggau dan Landak.

“Akses tembus dari kabupaten Bengkayang belum ada, Kita pakai akses jalan Sanggau yaitu Entikong serta Landak yaitu melewati Pulo Nyari Entuai tempat bapak dengan pak Kartius sempat berkunjung tahun lalu,” tambahnya.

Jikapun bisa menggunakan kendaraan roda Empat atau lebih sperti mobil, hanya bisa sampai di Entikong, selanjutnya dari kecamatan Entikong kabupaten Sanggau menuju desa Sungkung II harus menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda dua, hal itu karena jalan masih tanah kuning belum di aspal.

“Mobil hanya sampai di Entikong. Dari Entikong pakai sampan atau motor Sebab jalannya masih tanah kuning,” tungkasnya.

Untuk diketahui selain jalan yang masih rusak, sejumlah akses penghubung menuju desa Sungkung II, kecamatan Siding, kabupaten Bengkayang juga masih terputus. Untuk bisa melewati sejumlah sungai warga harus menggunakan rakit. Hal itu diketahui ketika Bupati Bengkayang bersama rombongan meresmikan PLTMH di wilayah tersebut beberapa waktu lalu. (Red).

Leave a Reply

Send this to a friend