Paolus Hadi Safari Natal Bersama di Stasi Engkode - Kabupaten Sanggau

Paolus Hadi Safari Natal Bersama di Stasi Engkode

Paolus Hadi Safari Natal Bersama di Stasi Engkode


Citizen Reporter

Staf Diskominfo Sanggau

Abang Alfian

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU – Bupati Sanggau Paolus Hadi beserta isteri menghadiri safari natal bersama umat katolik Stasi Engkode, di Gereja St Yosef Stasi Engkode, Kecamatan Mukok, Minggu (20/1/2019).

Hadir juga Asisten Pemerintahan, Hukum dan HAM Setda Sanggau Willybrordus Welly, Camat Mukok Victorianus beserta istri, Forkompimcam, Pastor Paroki Edmundus S VD dan Pastor Paroki Sumardi, S VD, Kepala OPD Kabupaten Sanggau, Ketua Umat sekaligus Ketua Panitia Thomas Sukarman, Tokoh Masyatakat, Adat dan Agama serta seluruh Umat Katolik Stasi Engkode Paroki Mukok.

Kedatangan Bupati Sanggau beserta rombongan disambut dengan penuh oleh umat.

sebelum memulaikan rangkaian kegiatan safari natal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau, terlebih dahulu melaksanakan Misa bersama yang dipimpin Pastor Paroki Edmundus, S VD.

Baca: Sisa 2 Hari Sebelum Pencetakan Surat Suara, KPU Masih Tunggu Surat Mundur OSO Sebagai Ketum Hanura

Baca: Dump Truk Terguling di Belitang, Polisi dan Warga Bantu Evakuasi

Baca: Suasana FGD BPJS Ketenagakerjaan di Aula Kejari Sekadau

Sebagai pembuka acara, Ketua Umat dan sekaligus Ketua Panitia menyampaikan, Thomas Sukarman menyampaikan, Safari natal yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau pada hari ini merupakan momen yang pertama dilaksanakan di Stasi Engkode, Paroki Mukok.

“Kita berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan disetiap tahunnya disini. Dimana di Gereja St Yosef Stasi Engkode ini umat katoliknya cukup banyak, dengan jumlah 678 jiwa. Kami selaku panitia mengucapkan terimakasih kepada pihak donatur dan masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan safari natal ini bisa berjalan dengan lancar, ” katanya.

Pastor Paroki, Edmundus, SVD berpesan kepada kita semua untuk bisa tetap taat dalam beribadah, saling kerja sama antara satu sama yang lain. “Selain menjadi umat yang baik dan taat, juga kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) bisa menjadi warga negara yang baik dan taat juga, ” katanya.


Leave a Reply

Send this to a friend