Ratusan Pelajar di Perbatasan Entikong Ikuti Cuci Tangan Pakai Sabun Dan Menggosok Gigi Massal - Kabupaten Sanggau

Ratusan Pelajar di Perbatasan Entikong Ikuti Cuci Tangan Pakai Sabun Dan Menggosok Gigi Massal

Ratusan Pelajar di Perbatasan Entikong Ikuti Cuci Tangan Pakai Sabun Dan Menggosok Gigi Massal


Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU – Sekitar 500 pelajar SD dan SMP di kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, mengikuti cuci tangan pakai sabun dan menggosok gigi massal. Kegiatan berlangsung di komplek PLBN Entikong, Kamis (10/1/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, dr Jones Siagian mengapresiasi dengan kegiatan yang digelar PT Unilever. Dikatakanya, Pemkab Sanggau sangat berterima kasih dengan kegiatan ini.

Baca: Agenda Bupati Dan Wabup Sanggau Hari Kamis

Baca: Stok Darah Kosong, Ini Langkah Yang Dilakukan PMI Sanggau

Baca: Tips Memilih Makanan Yang Sehat Dari Loka POM Sanggau

“Karena memang salah satu fokus sasaran kita adalah anak-anak usia yang masih memungkinkan bisa merubah perilaku,” katanya yang saat itu menghadiri kegiatan tersebut, Kamis (10/1/2019).

Dikatakanya, Bupati Sanggau, sangat berharap kepada perusahaan yang ada di Kabupaten Sanggau melalui CSR bisa melakukan kegiatan serupa. Karena semakin dini mereka mendapat informasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat. “Semakin besar kemungkinannya mereka berperilaku seperti yang kita harapkan,” tuturnya.

Jones menegaskan, Pemkab terus mendorong anak-anak untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Seperti, adanya UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dengan hal yang sama sudah memberikan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat.

“Cuci tangan pakai sabun, sikat gigi yang baik dan benar. Di sekolah sudah kita lakukan, Cuma tidak seremonial seperti ini,” ujarnya.

Jones menjelaskan, peran penting seluruh masyarakat juga diperlukan untuk mencapai tujuan berperilaku hidup bersih dan sehat, “Nah, pembentukan karekater yang positif sejak dini sangat efektif,” katanya.

Kegiatan serupa, lanjutnya, semua kecamatan memang perlu dilakukan. Karena cuci tangan pakai sabun itu menghindari penyakit diare. “Kalau kita lihat pasien yang menderita diare di Kabupaten Sanggau, itu merata. Setiap kecamatan, setiap wilayah Puskesmas itu ada kasus diarenya. Walaupun tidak menonjol, menurun jauh dari tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Begitu juga indikator sikat gigi yang benar, kata Jones, adalah karies gigi atau gigi berlubang. “Itu juga sama se-Kabupaten Sanggau kurang lebih sama jumlahnya. Walau air hujan yang tidak mengandung logam, fluoride dan natrium, juga bisa menyebabkan gigi berlubang. Tapi itu juga bisa dihindari dengan sikat gigi yang baik dan benar,” tegasnya.


Leave a Reply

Send this to a friend