Kantor Baru CU Banuri Harapan Kita Diresmikan

Kantor Baru CU Banuri Harapan Kita Diresmikan

Komitmen Meningkatkan Ekonomi Masyarakat 

Misa syukur pemberkatan Kantor Kopdit CU. Banuri Harapan Kita Branch Office Tayan dilaksanakan pada Kamis (8/11) pagi kemarin di Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Acara tersebut dihadiri General Manager CU Banuri Harapan Kita, Agustinus.

———-

Hadir Camat Tayan Hilir, Tony Kulung, Ketua Pengurus CU Banuri Harapan Kita, Herkulanus Oni S.T, M.T beserta pengurus, Ketua Pengawas Yulius A.Md, Pastor Paroki Santo Petrus, Kanisius Tayan. Kegiatan diawali dengan doa bersama.

GM CU Banuri Harapan Kita, Agustinus mengatakan CU tersebut telah berusia 23 tahun, salah satu brand office tertua. Meski pernah mengalami masa sulit saat pembangunan gedung lama, namun dengan semangat anggota akhirnya mendapat bangunan yang baru sehingga kualitas anggota dapat ditingkatkan.

Menurutnya, CU Banuri Harapan Kita juga berkomitmen membawa perubahan meningkatkan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup anggota. CU Banuri juga pernah dianugrahi Dinas Koperasi Kalbar sebagai salah satu CU berprestasi di Kalbar.

Ketua Pengurus CU Banuri Harapan Kita, Herkulanus Oni berharap semoga dengan adanya kantor baru tersebut dapat meningkatkan pelayanan terhadap anggota, kemudian dirinya berharap agar anggota dapat menjaga loyalitas.

 “Adanya CU Banuri juga memfasilitasi anggota yang mengalami kesulitan dalam pemasaran produk-produk yang ada,” katanya.

Camat Tayan Hilir, Tony Kulung mengatakan kehadiran sebuah CU sebagai pengingat melahirkan sebuah pemikiran yang berkaitan tentang konsep-konsep ekonomi dalam menghadapi krisis ekonomi yang pernah terjadi sebelumnya di Indonesia.

 “Dengan mengusung tema membangun ekonomi keluarga yang mandiri dan terencana bersama CU Banuri Harapan Kita bagaimana kita membangun ekonomi keluarga,” ujarnya.

 “Keluarga merupakan basic awal perekonomian mikro sehingga dapat menyejahterakan keluarga melalui menajemen keuangan keluarga. Bantuan yang diberikan kepada anggota harus diawasi. Jika anggota meminjam untuk kegiatan konsumtif lebih baik dikurangi. Jika anggota meminjam untuk kegiatan produktif, CU sebagai fasilitator harus mensupport hal ini,” harapnya.

Ia berharap apa yang dihasilkan oleh ekonomi mikro mampu bertahan di kondisi ekonimi yang kian sulit belakangan terakhir. Di tengah ekonomi sulit, perusahaan besar ambruk, namun ekonomi mikro berbasis keluarga mampu bertahan jika diberikan merupakan produk ril bukan jasa.

Inovasi dalam memberikan pelayanan kepada anggota dan inovasi dalam memberikan produk yang ditawarkan sehingga mampu menggaet anggota yang lebih banyak. (sugeng)


Leave a Reply

Send this to a friend