Potensi Pajak Miliaran Rupiah, Ini Besaran Pajak Walet yang Didapat Dispenda Sanggau – Akcaya

Potensi Pajak Miliaran Rupiah, Ini Besaran Pajak Walet yang Didapat Dispenda Sanggau – Akcaya

SANGGAU – Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Kabupaten Sanggau, Suhardi TB menyampaikan, pontensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil walet, bisa mencapai milyaran Rupiah.

Oleh karenanya ia meminta para pemilik rumah walet untuk membayar retribusi yang telah ditetapkan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Aturannya itu menurut Perbup adalah 10 persen dari penghasilan. Kalau memang seperti itu, bisa milyaran Rupiah sebenarnya. Tapi faktanya baru segini. Makanya kita minta partisipasinya lah. Yang terdata 76 titik, yang bayar belum separuh dari itu,” kata dia, Kamis (08/11/18).

Suhardi membeberkan, realisasi retribusi walet saat ini Rp32 juta. Meski melampaui target tahun 2018 yang Rp30 juta, namun jumlah itu masih tergolong kecil dari potensi yang ada.

“Pendapatan itu yang terbesar dari Kecamatan Kapuas, kemudian di Meliau, Tayan Hilir dan Parindu. Cuma sampai hari ini, mereka kurang greget untuk bayar retribusi. Makanya kita imbau kepada teman-teman ini, tolonglah ini kan dari masyarakat untuk masyarakat. Karena kami dari Dispenda kan hanya kewenangan untuk memungut,” pungkasnya.

Meski tak menyebut nominal, namun Suhardi memastikan dari 76 titik rumah walet yang terdata itu, jika maksimal ditarik retribusinya, hasilnya akan cukup lumayan.

“Rp30 juta itu sudah terbirit-birit kami nariknya. Alasan mereka itu karena malas bayar. Makanya kita cari apa yang menyebabkan mereka malas bayar,” katanya.

Kedepan Dispenda berencana membuat aplikasi bekerjasama dengan Diskominfo untuk mempermudah para pemilik rumah walet membayar kewajiban mereka. Untuk 2019, target pendapatan akan dinaikkan menjadi Rp50 juta.

“Cuma mereka juga harus konsekuen. Saya dapat informasi, yang punya walet ini malah orang luar Kabupaten Sanggau. Rata-rata mereka investasi di desa. Disuruh orang desa itu yang menjaga, dikasih persen,” ungkapnya.

Anggota Komis B DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro dimintai tanggapan terkait persoalan tersebut menilai kesulitan penarikan retribusi walet adalah soal kejujuran si pemilik rumah walet.

“Berapa sih penghasilan dia perbulan. Ini yang jadi kesulitan. Karena tidak ada ketentuan, hanya kejujuran si pemilik,” katanya.

Masalah lainnya adalah, usaha rumah walet yang dibangun belum tentu semuanya berhasil. Konggo mengatakan, paling cepat rumah walet baru menghasilkan ketika sudah dua tahun. Informasi yang ia dapat dari teman-temannya yang berusaha walet, banyak yang gagal.

“Yang berhasil itu yang sudah lima atau enam tahun lalu. Cuma ini kan seperti kerja emas. Melihat orang berhasil, kita juga mau coba. Ukuran keberhasilan, belum tentu. Masih fifty-fifty. Itu yang saya tahu. Jadi Dispenda tidak harus rumah walet menjadi fokus PAD,” ujarnya.

Menurut penggila olahraga bola itu, jika setiap rumah walet berhasil, retribusi yang didapat bisa mencapai ratusan juta Rupiah.

“Ini saja sudah berhasil Rp32 juta. Padahal kan mereka masih banyak yang baru-baru. Mungkin Dispenda ini baru mendata yang di kota, belum menyentuh yang di dusun-dusun. Kalau sekop Sanggau mungkin dua atau tiga ratus titik,” tuturnya. (indra)


Leave a Reply

Send this to a friend